ini adalah cerpen yang gue bikin pada tanggal (12-04-2009), waktu itu kebetulan lagi dapet inspirasi yang bagus buat bikin cerpen, silahkan dibaca dan jangan lupa di komen, komen apapun akan saya terima, enjoy it ! :)
Aku duduk disudut kamar menagis, merintih, aku tak mau dengar lagi kata ‘CERAI’, ya itu adalah kata yang sering diucapakan oleh kedua orangtua sejak 3 bulan terakhir ini, aku bosan dengan kata itu, ingin rasanya aku berteriak sekencang-kencang nya, ingin rasa nya aku berlari sejauh mungkin, tapi aku tak bisa melakukan itu, aku hanya bisa menangis dan berteriak dalam hati.
Entah ada angin apa yang membuat akau malam ini keluar rumah, aku berjalan di sepanjang jalan di malam yang dingin dengan keadaan yang sangat berantakan, aku terus berjalan, tanpa henti kedua tangan ini memeluk tubuhku yang kedinginan, tak tahu akan menuju kemana, tapi rasanya aku tak ingin berhenti berjalan walau kedua kaki ini bergetar lelah. Diujung jalan aku melihat seorang yang sedang berdiri seperti menunggu seorang, dan orang itu tiba-tiba datang menghampiri aku, aku berhenti sejenak dan memandang orang itu dengan ketakutan, orang itu tiba-tiba menaruh sesuatu di tanganku sambil membisikan di telingaku ‘lo coba ini, gratis! di jamin lu pasti bahagia’ , aku tahu apa barang ini, aku kembali ke rumah dengan membawa barang yang dikasih oleh seseorang yang aku temui di sudut jalan. Di kamar aku tak henti menatap barang ini, aku berpikir sejenak, dan kemudian aku mencoba barang itu. Setelah mencoba nya aku merasa diriku seolah-olah terbang yang tinggi, ada rasa bahagia saat mencoba nya.
---------------------------
‘hayoloh ! bengong aja ! kesambet baru tau rasa lo !” gina mengagetkan aku yang sedang duduk di sudut taman sekolah,gina adalah temanku yang aku kenal sejak awal aku masuk ke sekolah ini yaitu SMA ibu pertiwi, “nar ? lo kenapa sih ? kok aneh banget gak kayak biasanya tau gak lo”,aku kaget ketika gina bertanya seperti itu jangan-janagn dia lihat aku semalam, ‘ha ? masa sih biasa aja, perasaan lo doang kali ‘ aku menjawab dengan gugup, ‘coba liat muka lo ?lo kurang tidur ya ? noh mata lu beler gitu’ kata gina sambil memegang muka ku, ‘ha ? oh iya gue kurang tidur’ kataku dengan lega, ‘oh iya, lo tau ga sih nar, gue seneeeeenng bangeeet, lo tau dimas kan ? anak 12 ipa 1 ? gue udah jadian sama dia kemarin ! ya ampuun gue seneng banget nar’ , ‘apa ?! dimas ?!’ kataku dengan kaget, ‘iya dimas, kok lo kaget gitu ? pasti lo kira gue bakal jadian sama temen nya kan ? ah lu salah besar temen nya itu cuman comblangin gue sama dia’, dimas ? aku begitu terkaget mendenger dimas jadian dengan sahabat aku sendiri yaitu GINA, aku tak pernah tahu kalau gina juga mencintai dimas, dimas ya dimas dia adalah lelaki yang aku cintai sejak awal aku masuk sekolah ini, aku sangat mencintai nya dan kini lelaki yang aku cintai sudah menjadi milik seseorang yaitu sahabatku sendiri, hatiku hancur berkeping rasanya ingin berteriak sekencang-kencang nya, ‘kinar !! kok lo bengong lagi sih ? kasih komentar apa kek ! tentang gue sama dimas’ , ‘ha ? oh iya selamet yaa’, ‘that’s it ? lo kenapa sih ? lagi ada masalah ? cerita aja sama gue, jangan bikin gue bingung dong’ , ‘hmm, gak kok gpp’, ‘ yaudah kalo gitu, kalo lo mau cerita gue siap kok ngedenger nya, yauda gue kelas dulu ya, bye’. Aku tak bisa menahannya lagi, air mata pun jatuh di kedua pipiku, weak ! kenapa aku nangis cuman masalah kayak gini doang, harus nya aku seneng dong nge-denger mereka jadian, aaarrrgghhh !’
---------------------------
Seperti biasa saat aku sudah sampai rumah aku pasti melihat kedua orang tua ku sedang berantem, sebenarnya aku benci pulang kerumah, dan aku benci kedua orang tuaku, mereka yang membuatku benci kepada mereka dengan pertengkaran mereka dan dengan kara ‘CERAI’.
‘kinar ! mau kemana kamu malam-malam begini ?!’ ayahku berkata kepadaku sambil berteriak , ‘kenapa kalau aku keluar malam-malam gini ? apa ayah sama ibu bakal nyari aku kejalanan ? apa ayah sama ibu bakal khawatir ? aku rasa gak akan ! ayah sama ibu gak akan pernah khawatir sama keadaan ku ! bahkan aku jadi PSK sekali pun ayah sama ibu gak akan pernah mau peduli sama aku !’, plaaakkkk ! sebuah tamparan mendarat dipipiku, aku pegang pipiku dengan kedua tangan ku menahan rasa sakit , tetapi aku menatap ayahku lagi dengan wajah yang menantang , ketika ayahku ingin menampar ku lagi, ibu menahan nya, ‘maaf yah bu, tapi aku udah cape ! tiap hari aku ngeliat ibu sama ayah berantem terus ! ngedenger ibu minta cerai sama ayah ! kenapa kalian gak sekalian cerai aja sih ! aku muak sama ini semua ! aku benci kalian !’ aku berkata sambil teriak kepada orang tuaku dan pergi dari rumah sambil membanting pintu.
Aku menagis di sepanjang jalan, hidupku hancur ! orangtuaku bertengkar, lelaki yang aku cintai jadian sama sahabat ku, dan kini aku menjadi seorang pemakai narkoba, yah malam ini aku tahu aku harus pergi kemana, aku akan pergi ke sudut jalan itu dan menemui orang itu. ‘gimana? Barang yang kemarin ? asik gak ?’, kata orang itu, aku tidak menjawab nya aku hanya langsung memberi uang kepadanya, mengambil barang nya, dan langsung pergi, disudut jalan aku duduk sambil menghisap barang ini.
Pagi pun menjelang, dan aku tak ingin kembali kerumah, aku pergi kesebuah café 24 jam, ketika di perjalanan aku melihat gina dan dimas sedang berjalan mesra sambil bergandengan tangan, aku pun langsung berlari berbalik arah, tak peduli dengan orang-orang yang melihat, aku berlari sambil meneteskan air mata, aku sakit melihat ini !.
Aku duduk di sebuah bar 24 jam sambil meminum minuman ku, sudah hampir seminggu aku ada di bar ini, orang bar ini pun mulai heran dengan keadaan ku yang begitu berantakan, kenapa mereka harus heran melihat ku ? bukankah sudah terbiasa mereka melihat orang yang begitu berantakan seperti aku. Ketika aku melihat silet yang terjatuh dari seorang pengunjung bar ini pun terlintas terfikir dipikiran ku untuk mengakhiri hidupku, lalu aku mengambil silet itu dan pergi ke toilet. 2 jam aku di toilet menatap silet ini, ketika aku akan membeset urat nadi di lengan ku ada seseorang yang mendobrak pintu toilet, ‘kinar !’ seseorang berteriak memanggil nama ku, gina datang dengan dimas dan kedua orangtuaku, ‘jangan mendekat !’ bentak ku kepada mereka sambil memperlihatkan silet itu, ‘jangan ada satu pun yang berani deketin gue !!’ kataku dengan suara keras dan bergetar, ‘kinar, jangan nak’ ibu ku berkata sambil menangis , ‘kinar, lo lepasin silet dari tangan lo ya, gue bisa ngerti perasaan lo nar’ gina membujuk ku, ‘apa lo bilang ? lo bisa ngerti perasaan gue ? lo gak pernah tau hancur nya hati lo saat orang tua lo bilang mau CERAI ! lo gak pernah tau rasa nya ngelihat orang yang gue hormati bertengakar tiap hari ! dan lo gak pernah tau sakitnya hati gue ngedenger laki-laki yang sangat gue cintai dari dulu jadian sama sahabat nya sendiri ! dan lo gak pernah tau rasa nya kehilangan diri gue sendiri !! lo gak pernah tau rasanya jadi gue ! bahkan nge bayangin rasa nya jadi gue pun lo gak akan pernah tau !!! jadi jangan pernah bilang kalo lo tau perasaan gue !!! aaaarrrrgghhh!!’ aku berteriak kencang sambil mencoba menggoreskan silet di lengan ku, tapi dimas menepis tanganku dan menjatuhkan silet nya, kedua orang tua ku dan gina pun menenangkan aku dengan memelukku, ‘kinar, maafin ibu sama ayah, kami tahu kami salah, kamu mau kan maafin ibu sama ayah ? kita mulai dari awal lagi, ibu sama ayah janji untuk tidak bertengkar lagi’ , ‘iya nar, maafin ayah juga yah’, ‘nar maafin gue, gue tau gue bukan sahabat yang baik, bahkan sahabat sendiri punya masalah aja gue gak tau, gue juga minta maaf nar, karena gue udah jadian sama lelaki yang sangat lu cintai, maafin gue yaa nar’ , semua memeleku sambil menangis.
Setelah kejadian itu, aku di rehabilitasi di tempat para bekas pengguna narkoba, aku senang dengan kejadian itu orang tua ku bisa akur kembali, dan kini aku pun bisa merelakan gina dengan dimas.




2 komentar:
awesome......kalo di fb mah like this dah.....
really ??
hahahahaha
thx a lot..
:D
Poskan Komentar